10 Hal ini Ternyata Tidak Pernah Diakui Anak Pada Orangtuanya

NONACERIA.COM – Hi Bunda, udah tahu belum kalau ternyata banyak yang disembunyikan anak anda agar anda tidak mengetahuinya? Bisa jadi mereka takut dimarahi dan dihukum, atau memang mereka punya kebiasaan berbohong? Apa saja yang sering disembunyikan anak dari orangtuanya? Simak yuk 10 hal yang ternyata tidak pernah diakui anak pada orangtuanya. 

“Kami memecahkan vas bunganya, Ibu. Maaf.”

Anak-anak memang sering berbohong demi menghindari amukan orangtuanya. Jika mereka berbuat salah, otak mereka akan bekerja diluar kecepatan normal untuk mencari berbagai macam alasan yang bisa diutarakan agar tidak menjadi tersangka dalam kebodohan yang telah mereka lakukan.

 

“Iya Ibu, aku baik-baik saja dan sehat selalu disini. Aku makan 3 kali sehari.”

Ketika kuliah atau merantau keluar kota, Ibu atau Bapak sering sekali menelpon demi memastikan anaknya baik-baik saja disana jauh dari orangtua. Hal yang wajar. Tetapi seringnya para mahasiswa tidak mau lagi diperhatikan seperti anak kecil. Daripada memperpanjang durasi telepon, lebih baik mereka berbohong saja.

 

GOOD TO KNOW!

3 Kalimat Pencegah Tantrum Anak

7 Masalah Pikologis Anak Yang Disebabkan Oleh Sikap Orangtua

 

“Aku sakit. Aku ingin dirawat ibu.”

Hal yang paling menyedihkan bagi anak rantauan adalah ketika jatuh sakit. Teman-teman kos yang sibuk dengan urusannya sendiri pun tidak bisa membantu. Orangtua nun jauh disana tak jua dapat sehari sampai menyuapinya makan. Jadi daripada membuat orangtua khawatir, lebih baik menangis sendiri didalam kamar sembari bergelung selimut karena badan panas dingin. Kegiatan memeriksakan diri ke dokter dan membeli obat pun dilakukannya sendiri.

 

“Aduh ibu kok disini sih. Itu kan ada adegan ciumannya. Ganti saja ah filmnya.”

Hal yang tabu bagi anak-anak yang tidak pernah membicarakan asmara dengan orangtuanya tiba-tiba secara tidak diduga menonton adegan berciuman di film yang sedang ditonton bersama di ruang tamu. Wah, bisa merah muka. Ingin sekali membenamkan diri kedalam lapisan tanah paling dalam. Jadinya, berkelit deh ingin mengganti program tv lain agar tak perlu menonton adegan tersebut bersama.

 

NEED TO KNOW!

7 MASALAH PSIKOLOGIS ANAK YANG DISEBABKAN OLEH SIKAP ORANGTUA

 

“Aduh gawat, ibu akan datang. Aku bersihkan dulu lah kamarnya. Sudah setahun kamar ini tidak pernah aku bersihkan. Ah, malas sekali!”

Ini nih siapa yang ketika tinggal jauh dari rumah tidak pernah membersihkan kamar karena jauh dari omelan ibu? Pasti banyak sekali yang seperti ini ya! Ketika ibu secara mendadak mengatakan ingin menjenguk anaknya diluar kota. Segera kocar-kacir bangun dari tempat tidur, membersihkan wc dan kamar, membuang tempat sampah, dan menyimpan majalah-majalah dewasa. Ibu sampai, kamar pun bersih.

 

“Ah, lebih baik tak usah kuceritakan saja jika aku sudah dipecat boss. Aku tidak ingin Ibu sedih mendengarnya.”

Wah, baru kemarin dikeluarkan dari kantor karena tidak lolos tahap pelatihan selama 3 bulan tapi selalu enggan menceritakannya kepada orangtua. Biarlah dia sendiri yang tahu dan kekasihnya tercinta. Lebih baik selamanya ibu tak pernah tahu daripada harus mencari alasan kenapa tidak lagi bekerja.

 

“Aku tidak mau disalahkan. Ibu terlalu ikut campur urusan pribadiku. Aku berbohong saja, ah.”

Ditanya-tanya soal kapan menikah atau kapan memiliki momongan tentu menjadi mimpi buruk bagi sebagian orang. Tidak hanya menjadi depresi karena terus dijejali berbagia pertanyaan, tetapi juga karena tidak mau masalah pribadinya menjadi konsumsi publik juga, meskipun ibu sendiri.

 

[9 CARA JITU MENGHENTIKAN KEBIASAAN ANAK BERBOHONG]

 

“Aduh, malu sekali aku berbicara tentang hubungan asmaraku pada, Ibu. Sebelumnya, aku hanya menceritakan tentang studi dan pekerjaan saja.”

Memang sih ya banyak sekali orang-orang yang sedari kecil tidak pernah diajak bercerita tentang asmara atau percintaan dengan orangtuanya. Alasannya mulai dari hal tersebut adalah hal yang tabu hingga itu sebaiknya tidak pantas dibicarakan sebelum cukup umur. Nah, lebih baik malu bercerita tentang kekasihnya, lebih baik membicarakan hal lain saja deh.

 

[KUNCI ANAK BER-IQ TINGGI]

 

“Aku malu mengatakan rindu pada Ibu dan Bapak.”

Kalau hal satu ini memang tidak perlu diragukan lagi kebenarannya. Banyak yang merasa malu untuk hanya sekedar mengungkapkan perasaan rindunya pada orangtua karna ada jarak tipis diantara mereka yang tak pernah tersentuh. Yah, lebih baik sih dari sekarang katakan saja sebelum terlambat dan menyesal seumur hidup. Hehehe…

 

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *