Semoga Anda Tidak Termasuk Tipe Orangtua Yang Harus Diwaspadai

NONACERIA.COM – Semoga anda tidak termasuk tipe orangtua yang harus diwaspadai. Orangtua yang melahirkan dan merawat kita sedari kecil sudah seharusnya menjadi orang yang paling aman untuk anak-anaknya berlindung. Selain sebagai pendidik untuk anak-anaknya, orangtua seharusnya mencontohkan terlebih dahulu apa yang mereka ajarkan kepada keturunannya karena anak-anak lebih mudah mencontoh apa yang terjadi didepan mata daripada hanya mendengarkan ocehan orangtua. Namun, dalam prosesnya, ada pelanggaran dan kesalahan yang orangtua kerap lakukan pada anak yang belum bisa membela dirinya sendiri karena dibawah pengawasan orangtua. Berikut inilah 3 tipe orangtua yang harus adik kakak waspadai.

 

  1. Melakukan kekerasan fisik

Orangtua tipe ini suka sekali menghukum anaknya dengan kekerasan fisik seperti memukul, menendang, meludahi, menyetrika dengan setrika panas, menjambak rambut, mencambuk, mencubit dan lain sebagainya yang dapat memberikan luka badan dan trauma psikis pada anak. Kalian harus segera melapor pada guru, saudara kalian seperti tante, om, bude, pakde, dan kalau sudah keterlaluan sekali kalian bisa melaporkannya pada polisi. Setiap kalian dihukum secara fisik, foto hasil penyiksaan tersebut sebagai bukti bahwa itulah yang dilakukan orangtua pada kalian. Kerap kali orangtua beralasan melakukan ini karena untuk pendidikan anak agar disiplin, atau mereka sendiri dalam tekanan mental sehingga anak menjadi pelampiasan empuk amarah mereka. Percayalah, tidak ada hasil pendidikan yang baik dari hasil kekerasan fisik. Trauma psikis akan lebih sulit disembuhkan dan banyak kasusnya trauma tersebut terbawa hingga mereka dewasa. Orangtua semakin sering melakukan itu karena mereka tahu bahwa anak mereka tidak akan bisa melawannya, menentangnya, atau melaporkannya kepada polisi. Jadi, kalian sebagai anak zaman millennial harus waspada dan melindungi diri kalian sendiri dari ancaman mengerikan ini.

 

TERNYATA!

10 HAL INI TERNYATA TIDAK PERNAH DIAKUI ANAK PADA ORANGTUANYA

 

  1. Mencaci-maki

Biasanya teman sekolah lah yang sering mem-bully seorang anak temannya disekolah, namun fakta di lapangan membuktikan bahwa orangtua mempunyai kesempatan lebih besar untuk mencaci-maki anaknya karena mereka berada dirumah lebih lama daripada di sekolah. Juga, anak tidak berani melawan karena mereka diajarkan juga untuk taat pada orangtua, selain juga karena mereka tidak tahu apa yang harus diperbuat ketika orangtua melakukan itu. Banyak orangtua yang suka menyumpah serapah anaknya, mengeluarkan kata-kata kebun binatang dan kata-kata kasar lainnya kepada anaknya yang dirasa berhak mendapatkan itu semua. Sebagai seorang anak, kalian harus dapat menyampaikan terlebih dahulu apa yang dirasa salah dengan cara yang baik kepada orangtua. Jika mereka justru semakin marah, diamkan. Jika masih terus melakukan itu, laporkan pada guru, psikolog, badan perlindungan anak-anak, atau pihak-pihak yang kalian rasa dapat membela hak kalian sebagai anak yang sepatutnya dicintai dan disayangi.

 

  1. Hubungan atasan-bawahan

Tak terhitung sudah berapa banyak orangtua tipe seperti ini. mereka menganggap diri mereka sebagai seorang atasan atau boss dan anak mereka sebagai bawahan mereka. pada kesehariannya, tipe orangtua atasan akan selalu memerintah anaknya melebihi apa yang sewajarnya seperti harus selalu berada dirumah, dilarang bersosialisasi dengan teman-teman, dilarang keluar rumah, dilarang melakukan hobby yang kita sukai selama itu masih dalam batas aman, dilarang bersekolah bahkan, dan masih banyak lainnya. Anak dipenjara didalam rumah dan dilarang bersosialisasi saja sungguh menyiksa. Seorang anak yang tidak melakukan kesalahan apapun akan berfikir kenapa mereka dihukum seperti ini. trauma pun tak terhindarkan akan terbawa di memori otak mereka tentang apa yang sudah dilakukan orangtuanya.

 

BACA JUGA

JIKA KAMU MENERIMA PESAN INI, ANAKMU DALAM BAHAYA

 

Catatan untuk orangtua

Untuk para orangtua yang over-protektif dan akan naik pitam jika anaknya tidak menuruti apa yang diperintah hingga melakukan kekerasan fisik dan mencaci-maki, sadarlah anak hanyalah titipan Tuhan yang tidak akan selamanya bersama kalian. Mereka akan memiliki kehidupannya sendiri, keluarga dan anak-anak mereka sendiri di masa depan. Sebagai orangtua, ada baiknya kita selalu bersabar dan menahan diri untuk tidak melakukan kekerasan fisik dan psikis kepada anak-anak tercinta karena itu pula yang orangtua inginkan anaknya bersikap ketika sudah tua. Apakah orangtua mau ditelantarkan anak jika sudah tua renta dan tak punya lagi daya kekuatan untuk melakukan kegiatan sehari-hari? Bagaimana jika anak tak mau lagi bertemu orangtuanya atau membencinya karena perlakuan kasar yang mereka dapatkan ketika masih kecil? Atau pikirkanlah bagaimana para orangtua yang melakukan kekerasan justru merusak masa depan anaknya karena mereka manjadi trauma berkepanjangan atau menjadi sakit mental? Sungguh banyak sekali bahaya yang didapatkan. Sayangi, hargai, hormati, cintai anak-anak seperti layaknya kalian para orangtua ingin dicintai, dihormati, disayangi, dan dihargai.

 

Selamat hari esok yang lebih cerah!

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *