Apakah kamu sudah siap menikah? Cek kriteria ini!

Beberapa orang merasa dirinya siap menikah bahkan ketika mereka pertama kali jatuh cinta. Perasaan ingin selalu bersama pasangan mendorong keinginan hidup selamanya bersama dia. Namun, pandangan yang lain menganggap bahwa cinta saja tak cukup untuk memutuskan menikah bersama sang kekasih. Harta menjadi poin paling penting yang harus disiapkan terlebih dahulu agar pernikahan berjalan lancer.

Bagi kamu yang masih sendiri, melihat teman-teman yang sudah menikah, bahagia bersama keluarga kecil mereka, tentu jadi salah satu alasan untuk kamu segera menikah pula. Tapi melihat pasanga-pasangan muda yang cerai dengan cepat di umur pernikahan mereka yang masih muda juga bias menciutkan nyali kamu untuk mengikat cinta.

 

Nah, supaya ngga bingung lagi, simak nih apa sih kriteria ketika seseorang dirasa cukup siap untuk menikah.

 

  1. Mencari apa yang benar

Seringkali ketika sepasang kekasih sedang bertengkar karena sesuatu hal, masing-masing berlomba-lomba untuk menjadi yang paling benar. Mengalahkan pasangan dengan argumen-argumen yang tak dapat dibantah, agar menang dan dianggap paling benar. Tak ayal, hubungan menjadi renggang karena selisih paham ini. Menurut Nona logika menjaga keharmonisan rumah tangga sangat sederhana. Carilah bersama-sama apa yang benar, bukan siapa yang benar.

 

  1. Bersikap dewasa dan bijak

Perbedaan sudut pandang pasti ada di setiap hubungan manapun. Tapi, pintar-pintarlah bersikap bijak agar tak mengambil keputusan yang salah. Dalam hal ini bukannya Nona ingin memojokkan wanita ya, tapi sejauh yang Nona tahu sih, pihak wanita yang lebih sering mengatakan minta berpisah daripada si pria. Setiap bertengkar selalu minta putus atau pisah. Semoga kamu tidak masuk dalam golongan itu ya dear.

 

BACA JUGA

CARA MENDEKATI SANG PUJAAN HATI

BERTEMU KEMBALI

 

  1. Bukan harta tujuannya

Pernikahan yang terjadi baik ketika kita masih mempunyai sedikit harta ataupun sebaliknya sebenarnya sama saja. Jadi, tak perlu diributkan jika Sahabat memang benar-benar berniat menikah. Ketika sudah menikah, harta dapat dicari bersama-sama, membuat perjalanan cinta menjadi lebih gurih dan nikmat dengan jatuh bangunnya. Ketika Anda sukses, bukan hanya Anda yang sukses, tapi juga pasangan dan itu rasanya lebih nikmat ketimbang sukses sendirian. Hihi…

 

  1. Kebahagiaan bersama

Yang menjadi tujuan setiap orang ketika menikah adalah kebahagiaan. Mempunyai teman seperjuangan yang siap membantu, mendukung, menolong, maupun berbahagia bersama kita. Jangan lupakan tujuan ini ketika Anda sedang berargumen dengan pasangan. Ingat bahwa pernikahan bukanlah tentang kita pribadi, tapi tentang bersama untuk bahagia bersamanya.

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *