Episode Malaikat Malik

Penulis   : Muhammad Ibnu Ahmad
Hak cipta: www.nonaceria.com 2018

Ketika itu sekelompok manusia berdesakan

Berjalan serombongan demi serombongan

Orang orang ini sempoyongan tidak beraturan

Laiknya orang tersesat ketika mencari alamat

Ada yang berjalan dengan cara mundur

Sambil menutup kedua lubang hidungnya

Ada pula yang telanjang terpincang pincang

Beberapa diantaranya bernanah dari bibir

Kemaluannya membusuk  terseok seok

Berjalan dengan satu kaki diangkat

Terguncang miring ke kiri dan ke kanan

Wajah mereka pucat muram dan ketakutan

Disetiap rombongan

Terdapat satu yang berjalan agak kedepan

Dan satu lagi yang terpisah agak dibelakang

Kedua orang ini pemimpin dan wakilnya

Yang tidak kalah seram penampilannya

Ada tanduk dibagian tengah kepalanya yang berkudis

Laiknya tanduk badak bercula satu

Dari kepala didekat tanduk

Bergelayutan larva dan belatung

Ditangannya tergenggam cambuk besar

Lebih aneh lagi cambuk yang dibawa itu

Seperti terbuat dari kawat berduri

Berbau amis berlumur darah kental

Mereka berjalan saling dorong

Agaknya enggan bergerak maju

Sementara itu dari arah depan

Dimana rombongan ini akan menuju

Terdengar suara lolongan

Disertai lengkingan mengaduh

Menjerit dan merintih dengan amat kerasnya

Diantara yang terdengar adalah seperti ini

 

BACA JUGA

ALAM RUH

KETIKA IBLIS BERDOA

 

“ Aduh mak, apa itu yang mulutnya besar ! “

“ Berekor panjang sambil mengunyah “

“ Aku hendak dimangsa dia . . . , aku takut ! “

Kiranya orang ini digiring kesuatu tempat

Dalam kandang bercampur hewan menjijikkan

Kotoran berlepotan disana sini

Tampak hewan berkaki seribu

Yang beracun dan buas

Seperti kelabang dan tarantula

Ada pula ulat ulat bulu

Bergerak gerak maju dikelilingi tikus kudisan

Ukuran tubuh hewan hewan ini

Besar besar tidak terperikan

Lebih besar dari ukuran tubuh manusia pada umumnya

Anehnya lagi meski pintu pintunya tidak berpenjaga

Mereka tidak dapat pergi

Atau lari memilih tempat lain

Rupanya tempat tempat lainpun tidak kalah seramnya

Belum lagi jika berhadapan dengan malaikat yang diutus

Menjaga pintu pintu yang tak terhitung jumlah dan banyaknya

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *