Malaikat dan Jin

Penulis   : Muhammad Ibnu Ahmad
Hak cipta: www.nonaceria.com 2018

Kala itu langit baru saja diciptakan

Tatasurya matahari dan bintang bintang sangat panas menghanguskan

Bumi dan samudra luas masih bergejolak

Lalu datanglah perintah tak dapat ditolak

Para malaikat dan jin dipanggil menghadap

“ Wahai malaikat yang enam ! “

“ Pergilah kalian jaga arasy ini ! “

Inggih Robb (= baik Robb) “ jawab Malaikat

“ Tunggu dahulu ! perintahKU belum selesai ! “

Semua yang hadir menunduk sambil bersujud

“ Kalian wahai malaikat yang sepuluh ! “

Inggih Robb (= baik Robb) “ jawab Malaikat

“ Tunggu, tugasmu akan AKU katakan nanti “

“ Dengarkan semua ! “

“ AKU akan ciptakan mahluk lain yang terindah kejadiannya “

Inggih Robb, sakerso Panjenengan (= baik Robb, terserah kepada ENGKAU) “

“ Tugas dia nanti untuk menjaga ketertiban di bumiKU “

“ Ampun Robb . . . “ seorang Malaikat menarik nafas panjang

“ Ada apa malaikat KU ? kalian keberatan ! “

Sa’estu sanes keberatan. Ananging punopo mboten kulo mawon kagem tugas meniko Robb ? (= sungguh bukan keberatan, tetapi mengapa tidak diberikan kepada kami saja untuk tugas itu Robb) “

Malaikat mewakili golongannya mengajukan usul dengan penuh harap dan keyakinan akan dikabulkan

“ Kamu jin ! adakah usul kalian ! “

Mbot, mboten Robb (= ti, tidak Robb) “ salah satu Jin tersentak menjawab dengan gugup

Sambil tetap bersujud tak satupun kuasa mengangkat muka

Jangankan menengadahkan muka, membuka matapun mereka tak kuasa

Semua terpejam rapat rapat

 

BACA JUGA

ISTRI SHOLIHAH

JALAN KE SURGA

 

Sementara menanti titah, nafas merekapun seakan terhenti

“ Oh begitukah pendapatmu ? Silakan kalau kalian mampu menjawab satu saja pertanyaan yang AKU ajukan ! “

Maka seketika itu pula dihadapan semua yang hadir

Menjelmalah sosok manusia elok rupawan

Tegap gagah rapih dan menawan

Bola matanya yang bening dengan dada lebar menebar senyum

Membuat yang hadir terperangah kagum tak berkedip

Sejurus kemudian sosok ini ruku’ dan bersujud

Inilah sosok Adam saat pertama kali diperkenalkan

Bak lukisan bersulam sutera berbingkai pesona

Diperlihatkanlah derajat dan keutamaannya

“ Kamu wahai adam ! bangunlah dari sujudmu dan duduklah ! “

 

BACA JUGA

KEBESARAN ALLAH

EPISODE MALAIKAT MALIK

 

Labbaik dalem Robb (= baik Robb) “

Sementara Adam mengambil posisi duduk dan bersujud

Para Malaikat menanti, laiknya menunggu putusan

Atas ucapan mereka dalam usulan

“ Kalian para malaikat dan jin ! bangunlah dari sujudmu dan duduklah ! “

“ Coba tengok dan amati disebelah sana itu ! “

Semua yang hadir menoleh dengan wajah cemas diliputi rasa khawatir

“ Sebutkan nama nama pepohonan yang kalian lihat itu ! “

“ Ah . . . “ terdengar suara desah para Malaikat dan Jin seraya menundukkan wajah mereka

Jangankan dapat menjawab pertanyaan dan menyebut nama pepohonan

Melihatnya pun baru untuk pertama kalinya

Seketika itu pula Malaikat dan Jin kembali bersujud sambil berucap

Ampun Robb, kulo mboten saged (= ampun Robb, kami tidak tahu) “ jawab para Malaikat

Nembe kemawon sumerap tanam tanaman ingkang kados mekaten (= baru sekali ini kami melihat tanaman yang seperti itu) “ jawab Malaikat dan Jin

“ Kamu adam . . . , coba sebutkan apa nama pohon pohon itu ! “

Adam dengan tangkas menyebutkan satu persatu nama nama pepohonan dihadapan para Malaikat

Dilukiskan pula pepohonan dan nama buah serta rasanya yang lezat lezat

Dikarenakan sebelumnya telah diajarkan kepada Adam

Para Malaikat berdebar dan terkagum mendengarkan penjelasan Adam

Belum habis kekaguman dan pesonanya

Terdengar lagi titah ‘Azza wa Jalla

“ Wahai yang hadir, kalian tahu sekarang ? Siapakah yang masih ingin dan mampu mengemban tugas mengatur Bumi KU ? “

Seketika suasana menjadi senyap. Majelis yang sebelumnya terasa hangat, kini semuanya seolah menjadi dingin menggigil. Desah nafas dan jantung pun seakan berhenti berdetak. Dalam keadaan demikian ini, terdengarlah FirmanNYA kemudian

“ Jika demikian, cepatlah kalian beri salam dan hormat kepada adam ! “

Ketika semua berebut memberi ucapan salam dan hormat dengan hidmat kepada Adam

Salah satu dari golongan Jin yang bernama iblis mengacungkan jari telunjuknya

Sambil menunduk tak kuasa melayangkan pandangan mukanya ia berujar

Ampun Robb, kulo mboten purun (= ampun Robb, aku tidak mau) “

“ Apa katamu iblis ! “

Ampun Robb, Adam meniko Panjenengan cipta saking tanah liat (= ampun Robb, Adam itu ENGKAU ciptakan dari tanah liat) “ jawab iblis

Lah kulo saking nyala api ingkang terang benderang (= aku dari nyala api yang terang) “ lanjut iblis

Langkung mulyo Robb (= lebih mulia Robb) “ kata iblis

“ Bukan begitu iblis ! Ini perintah KU ! Jangan banyak membantah ! “

Ampun Robb, kulo mboten purun (= ampun Robb, aku tidak mau) “ jawab iblis bersikukuh

“ Oh begitu iblis ! Keluar kamu iblis ! “

“ Tidak layak seorang hamba takabur sepertimu ada ditempat suci ini ! “

Maka dengan wajah tertekuk dan bola mata berkaca kaca

Disertai dengan lutut gemetaran iblis berjalan mundur sempoyongan

Tak tahu arah dan tujuan setelah berada diluar

 

BACA JUGA

KETIKA IBLIS BERDOA

IBLIS BERSIUL

 

Gelisah dan dendam bercampur menjadi satu

“ Kalau bukan karena Adam, tentu aku tidak dibendu (= dimurkai) seperti ini “ gumamnya dalam hati

Tetapi putusan telah dijatuhkan

Dan segala perintah musti dilaksanakan

Seketika . . . setelah iblis berada diluar majelis

Terlepaslah jubahnya yang berkilau sinar perak

Kulit tubuhnyapun berubah menjadi berbulu kusam kehitaman

Berbau lengur laksana kawanan satwa liar yang terlantar

Iblis yang semula berpostur tegap beraroma wangi

Berdahi indah dan berhidung tegak

Kini jalannya pun bungkuk hidungnya bengkok

Dagunya lancip memanjang lengkung kedepan

Kulit tubuhnya keriput seakan berusia lanjut

Kuku jarinya seketika tumbuh memanjang tak beraturan

Tertutuplah sudah pintu pintu surga bagi iblis

Untuk selama-lamanya . . .

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *